Banjir yang merendam enam desa di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang sejak Kamis, 4 Februari 2021 disebabkan tanggul jebol di sungai konto yang mengakibatkan banjir berkepanjangan. Hal ini memantik semangat para aktivis ORMAWA STKIP PGRI Jombang untuk membantu korban banjir yang ada di daerah tersebut. Secara swadaya para aktivis ORMAWA mengadakan penggalangan dana melalui penyebaran pamflet secara online, Dana yang didapatkan dialokasikan dalam bentuk kebutuhan pokok mulai dari sembako, kasur, bantal, tikar, alat tulis menulis untuk anak-anak yang bersekolah dan bahan rumah tangga lainnya. Hingga menjelang penyaluran, teman-teman ormawa melakukan komunikasi dengan beberapa warga terkait keadaan masyarakat di daerah banjir tersebut agar lebih memudahkan untuk akses perjalanan disana.

Dalam sistem penyaluran yang dilaksanakan, Penyaluran bantuan ada dua tahap. Yang pertama para ormawa melakukan perjalanan dari kampus STKIP PGRI Jombang ke Balai Desa Pucangsimo, Bandarkedungmulyo. Disana ada banyak sekali bantuan logistik yang sudah siap disalurkan ke berbagai desa yang terkena korban banjir. BPBD, TNI, BANSER dan POLRI pun ikut berkontribusi dalam proses evakuasi terhadap para korban yang terdampak banjir. Dan penyaluran bantuan kedua para ormawa melakukan perjalanan dari kampus STKIP PGRI Jombang ke Desa Kalipuro untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke rumah warga yang terdampak banjir.

Bencana banjir masih terjadi di beberapa titik daerah. Aktivis ORMAWA mendapat informasi dari salah satu mahasiswa bahwa di kecamatan Ngetos kabupaten Nganjuk terjadi
bencana longsor yang disusul banjir di beberapa titik kota akibat meluapnya sungai kucir. Dalam waktu singkat aktivis ormawa mengadakan rapat secara mendadak pasca dari Bandarkedungmulyo untuk segera membantu menangani korban di wilayah kabupaten nganjuk, dalam waktu satu hari beberapa teman-teman ormawa melakukan persiapan pembelanjaan dan packing untuk membantu korban bencana di Nganjuk. Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan, para aktivis ORMAWA dibantu para dosen untuk menyalurkan bantuan tersebut ke titik lokasi banjir.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *